Pejabat Ombudsman Mendadak Cek Beras ke Pasar Induk Cipinang, Ada Apa?

SHARE  

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang. CNBC Indonesia/Martyasari Riozky) Foto: Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang. CNBC Indonesia/Martyasari Riozky)

Jakarta, CNBC Indonesia – Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) hari ini, Jumat (15/3/2024). Sidak ini dilakukan terkait pengawasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, pasca diterapkannya kebijakan relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) pada 10 Maret 2024 kemarin.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika bersama jajarannya, ditemani Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo melakukan pengecekan terkait kondisi stok dan harga beras di PIBC. Ditemukan, kondisi stok dan harga beras di PIBC terpantau aman, tidak ada masalah.

Baca: RI Impor Beras 880.820 Ton di Awal Tahun, Ini 3 Negara Asalnya!

“Hasil sementara kunjungan lapangan ini, tidak ada masalah dengan suplai beras di pasar Cipinang, tidak ada masalah. Menurut keterangan dari beberapa pedagang, barang masuk. Nah masuk nya memang ada yang dari lokal, dan ada yang dari impor Bulog,” kata Yeka kepada wartawan di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2024).

Apabila banyak masyarakat menilai saat ini tengah terjadi krisis atau kekurangan beras, Yeka menekankan, Indonesia tidak ada mengalami kekurangan.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang. CNBC Indonesia/Martyasari Riozky)Foto: Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang. CNBC Indonesia/Martyasari Riozky)
Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang. CNBC Indonesia/Martyasari Riozky)

“Tapi pertanyaan yang harus diperdalam ini, mengapa pasokan lancar, tapi harga beras tak kunjung turun? Ini yang jadi persoalan. Padahal pelaku usaha di sini sekilas terlihat dari banderol harga sudah menjalankan instruksi pemerintah. Harga beras premium misalnya di angka Rp519.000/50kg dan Rp520.000/50kg, itu masih sesuai range,” jelasnya.

Kendati demikian, Yeka tak menampik bahwa lebih dari 50% stok beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang merupakan beras impor, atau beras SPHP Bulog. Hal ini lantaran kondisi pasokan beras lokal yang defisit di bulan Desember dan Januari.

“Kontribusi beras impor masih cukup banyak, bisa dikatakan 50% lebih,” ujarnya.

Baca: Harga Beras Lokal Rp 19.000/Kg di Kramat Jati, Ini Kata Mendag Zulhas

Lebih lanjut, Yeka mengatakan, penyidakan hari ini merupakan salah satu cara Ombudsman dalam mengumpulkan informasi untuk melihat efektivitas kinerja pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga beras.

“Jadi dalam rangka pengumpulan informasi, kami melakukan https://fokuslahlagi.com/kunjungan lapangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*